Pages

Showing posts with label article. Show all posts
Showing posts with label article. Show all posts

Sunday, May 1, 2011

Articel

     
"Dunia cyber, perkembangan teknologi media massa konvensional"

   Kemajuan teknologi web site yang memberikan pengaruh sangat besar dalam dunia media massa konvesional, sekarang mayoritas orang lebih memilih "browsing" internet dari pada media massa konvensional seperti koran ataupun majalah untuk mencari berita, hiburan ataupun informasi.
    Kemudahan akses internet di seluruh dunia yang semakin meningkat ini, membuat sebagian besar publik beralih dari media massa konvensional ke web site/ dunia cyber.
   Web site sangat up to date dan cepat dalam hal apapun di banding media massa konvensional, hal ini lah yang membuat orang sedikit melupakan media massa konvesional. Salah satu kelemahan media konvesional adalah berlangsung satu arah, yaitu hanya dari komunikator kepada komunikan, tapi mungkin sekarang sudah berlangsung komunikasi dua arah dalam dunia massa konvensional.
     Dengan semakin berkembangnya teknologi, maka orang-orang juga semakin membutuhkan informasi atau berita dengan cepat, salah satunya melalui media online.
  Pengambangan media massa konvensional menjadi media online yang membuat orang-orang bisa mengetahui informasi atau berita melalui situs-situs jejaring sosial ataupun situs-situs yang lainnya.
    Hal ini membuktikan bahwa dunia cyber telah membantu pengembangan media masa konvesional dalam menyebarkan sebuah berita ataupun informasi melalui internet atau dunia cyber.

E-zine

Halaman depan untuk mengakses e-mail resmi DPR RI.
JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai pekan depan, setiap anggota DPR akan memiliki akun e-mail resmi dengan domain @dpr.go.id. Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan, pimpinan sudah memperoleh laporan dari Sekretariat Jenderal DPR bahwa pekan depan akun tersebut akan segera dibagikan kepada tiap anggota.
"Mulai minggu depan tak ada alasan lagi anggota Dewan tak punya akun email pribadi dalam domain DPR yang dikelola DPR," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/5/2011).
Setelah dibagikan, politisi PDI-P ini mengatakan, setiap anggota wajib mencantumkan alamat e-mail resmi tersebut di kartu namanya masing-masing. Namun, anggota diberi keleluasaan untuk tetap atau tidak mencantumkan e-mail pribadi dengan domain umum lainnya. 
Selain alamat e-mail resmi, anggota Dewan juga diwajibkan mencantumkan nomor telepon seluler dan juga nomor telepon komisi yang bersangkutan di dalam kartu namanya. 
Mengenai anggaran penyiapannya, Pramono mengaku belum tahu. Hanya saja, Pramono menekankan bahwa pada tahun ini anggaran teknologi informasi yang diketahuinya dalam pos anggaran Setjen baru sebesar Rp 5,9 miliar, dengan nama pos Pemeliharaan Jaringan. 
"Saya belum tahu yang dibilang angka Rp 9 miliar. Itu fantastik. Kalau menimbulkan kecurigaan, pimpinan tak akan segan-segan mengundang KPK untuk memeriksa itu. Kita enggak bisa bilang ada dugaan korupsi di dalam situ. Perhatian masyarakat ini harus jadi momentum untuk memperbaiki diri," tandasnya.
Sebelumnya, rombongan anggota Komisi VIII mendapat cemooh karena menggunakan akun e-mail gratisan. Dalam pertemuan antara rombongan Komisi VIII dan Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Sabtu (30/4/2011), anggota Dewan yang terhormat "gelagapan" ketika ditanya tentang alamat e-mail yang dapat dihubungi. Seorang anggota rombongan kemudian nyeletuk, komisi8@yahoo.com. Belakangan diketahui, e-mail tersebut fiktif.

Berikut cuplikan video pertemuan antara rombongan Komisi VIII dan PPIA.